Cerpen

Posted: February 22, 2008 in Galeri Sekolah

 

Jaim, nggak aku banget…!!

By: Megatruh gitaning / X pj

 

Kata orang jaim itu penting, tapi kalau jaimnya kelebihan…kayaknya nggak banget deh…!

        Kata-kata itu yang slau aku inget dimanapun aku ada coz, emang bener kata-kata itu. Dan itu udah jadi prinsipku.

          Namaku Melodi. Pertengahan bulan kemaren aku baru aja ultah yang ke lima belas tahun (baru masuk SMA lho…!?!). Katanya mamah, aku itu cerewet, nggak bisa anteng, dan sukanya ketawa keras tapi, kalau katanya temken-temenku, meskipun aku cerewet, nggak bisa anteng,dan sukanya ketawa keras tapi aku itu baik, ramah, dan tidaaakk……sombong lho!

Hari ini aku telat berangkat ke sekolah coz, tadi malem aku mimpi ngobrol-ngobrol sama ketua OSIS yang super keren, namanya Hami .Dia itu cwaemmm……banget, sorot matanya…bibirnya…hmm…pokoknya dia itu kayak pangeran yang ada di dongeng-dongeng……, eh tapi, dia lebih mirip pangeran Lee Shin yang ada di Princess Hours itu lho…!. Nah sekarang balik lagi kecerita yang sesungguhnya. Ternyata hari ini meskipun aku telat dan dihukum, aku nggak apes-apes banget soalnya, Kak Hami juga telat…Aduh,senangnya bisa telat sama orang cakep!.

“Kamu,kenapa terlambat?”Tanya Pak Anwar padaku.

“Angkotnya penuh semua, pak…!”jawabku.

“Penuh semua? Memangnya kamu berangkat dari rumah jam berapa…?”

“Jam tujuh kurang lima belas pak..!”

“Ya jelas aja nggak dapet angkot, lha wong kamu berengkatnya siang gitu..!.Dan kamu Hami kamu kan ketua OSIS masak bisa terlambat sih, seharusnya kamu memberi contoh dong..!”

“No body perfect pak…!” jawab kak Hami.

“Ya sudah kalau begitu. Karna saya cinta keadilan jadi, kalian tetap saya hukum!”

“Eh… tapi pak, kak Hami kok nggak dimarahin sih, kok saya aja

yang dimarahin !. Itu namanya nggak adil pak, katanya bapak

cinta keadilan…? Mana..mana …?” Jawabku protes.

“aduuhh… kamu itu kok cerewet sih,yang nurut gitu lho ! gitu aja

kok repot…!” Jawab Pak Anwar, dan aku hanya bisa cemberut waktu

 itu. Dan akhirnya aku dan kak Hami disuruh bersihin toilet, sampe

bersih. Dengan terpaksa dan dengan tanggung jawab aku dan kak Hami bersihin toilet bareng. Waktu bersihin toilet cewek, aku yang bagian dalemnya dan kak Hami bagian luarnya, dan sebaliknya waktu di toilet cowok kak Hami bagian dalemnya dan aku bagian luarnya.

Udah setengah jam berlalu. Aku dan kak Hami masih bersihin toilet cewek, dari tadi belum seleai juga, cape deh dan yang bikin aku keki adalah, aku sama sekali belum ngobrol sama kak Hami, padahal saat-saat ini pas banget bwat ngobrol-ngobrol berdua, kenalan kek, gimana kek, yeah… meskipun di kamar mandi ! Tapi, nggak keki-keki amat sih…malahan bener kata orang Pucuk dicinta ulampun tiba. Akhirnya kak Hami ngomong juga yah… meskipun Cuma pinjem selang doang !

“Melodi pinjem selangnya dong..!” Kata kak Hami tiba-tiba. Dan hatiku bilang “what…? Apa…? Dia panggil namaku…? me…? dia kok tahu namaku ya..? aku nggak percaya ini..!” Pikirku dalam hati. Dan saat aku lagi bengong kak Hami bilang lagi “Melodi… pinjem selangnya..!” Katanya lagi.

“Eh iya kak ini……!”kataku gugup. Dan kemudian ada seseorang yang ganggu moment berharga ini………………………

“Aduh… kak Hami, kok bersihin toilet sih…kan kotor…!”kata Alicia yang dateng tiba-tiba plus kecentilannya yang bikin aku neg.

“Aduh…  kak Hami, kok bersihin toilet sih… kan kotor…!” Kataku dengan gayanya Alicia.”wei, kecentilan amat sih, sana…sana…keluar nambah-nambahin kotoran aja !” Kataku dan Alicia keluar dengan hati yang nggondok.

Semua tugas udah selesai, aku dan kak Hami lapor ke pak Anwar lagi. Tapi di kantor sama sekali nggak ada guru. Semenit… dua menit…dan akhirnya sampe sepuluh menit, pak Anwar belum juga dateng.

“Pak Anwar kok belum dateng-dateng sih..?”kataku yang udah mulai bosen.

“Biarin aja,dengan gitu kita kan bisa berdua lebih lama…!”kata kak Hami.

“Ntar aku ketinggalan pelajaran lagi..!”kataku mulai sebel dan sedikit seneng juga.

“pelajaran apa sih.. sini aku ajarin !”

“wah… yang bener…? kalau gitu sekalian deh kerjain pr Bahasa Inggrisku…!

“apa…?”kata kak Hami kaget.”kamu kok nggak…nggak…”kak Hami gugup.

“kaget ya,,? maksud kakak aku kok nggak jaim, gitu…?”

“Iya. Bukannya aku mau sombong tapi, stiap ada cewe yang deketi aku mereka pada jaim gitu, pura-pura imut..pura-pura baik..care…pokoknya serba pura-pura lah…!”

“Aduh pedenya kalau ngomong. Tapi ya inilah aku, aku nggak bisa berjaim-jaim ria,coz nggak jadi diri sendiri itu nggak enak banget..!. oh iya kak Hami kok tahu nama ku sih..?”

“Dari pertama aku liat kamu, aku suka karna kamu itu asyik banget waktu ngobrol-ngobrol sama temen-temen kamu, kamu ketawa sekeras-kerasnya, teriak, lari sana-sini, pokoknya dimataku kamu itu lain..”

“Truz…?” Tanyaku.

“Kamu lolos audisi!”

“Maksudnya…?”

“Aku pingin tahu, kamu itu jaim apa nggak klo di depanku. Aku janji sama diriku sendiri,kalo kamu jaim aku nggak nembak kamu dan kalo kamu ngggak jaim aku akan nembak kamu. Tapi Mel, kamu juga harus jaim dikit deh, kamu juga harus tahu sikon yang tepat, biar nggak malu-maluin.

“Iya sih, mama juga sering bilang gitu..Tapi aku tahu sikon yang tepat kok..”

“Bagus dong kalau gitu…”

“Tapi… kakak belum tepati janji kakak…!”

“Janji apa ?” Kak Hami pura-pura lupa. Lalu dilihatnya mulut Melodi milai manyun. “OK ! Mmm… Mel,aku suka sama kamu…kamu mau nggak jadi ceweku..?

“Aduh aku jadi malu..tapi kak Hami nggak bercanda kan..?”

“Enggak, aku bener-bener serius,tapi kalo kamu nggak mau, yeah.. mau apa lagi ya nggak apa-apa..!”

“Emmm… gimana ya..? Emmm, mau deh !” Jawab Melodi malu-malu. Pipinya mulai nge-pink karna saking malunya.

“Apa ? Kamu juga suka sama aku..?” Tanya kak Hami yang pipinya mulai ikut nge-pink. Sesaat mereka berdua pada diem.

“Tapi Pak Anwar kok belum nongol juga ya…?” Kata Melodi memecahkan keheningan.

“Ya iyalah… Pak Anwar nggak nongol-nongol, soalnya hari ini Pak Anwar kan nggak ada jadwalnya ngajar, tu liat mana ada yang lagi olahraga..lagian, pak Anwar kan Om ku, Mel…!”

“Berarti Aku dikibulin dong…?”

“Hehehe…yuk cepet keluar dari pada ntar ketahuan guru yang lain, nambah masalah lagi…!” kata kak Hami sambil menarik tanganku. Tapi belum aja keluar, udah ada yang mergokin…

“EHEM…sedang apa kalian…?”

“Kak gawat ketahuan Kepsek lagi…!” Bisikku pada Kak Hami.

“Nggak usah khawatir Mel, kepsek itu Papahku…!”bisik Kak Hami.

“APA…? iihhh….!”. Aku mencubit lengan Kak Hami.

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s